Aksi Perubahan,
Perundungan Dapat Dihentikan

“Website Roots digunakan sebagai media edukasi, penyebaran pesan positif serta wadah untuk berbagi pengalaman, kekuatan, dan harapan yang dibangun sebagai gerakan bersama untuk mencegah dan menanggulangi perundungan”.

 

Apa Itu Program Roots?

Program pencegahan perundungan berbasis sekolah yang telah telah dikembangkan oleh UNICEF Indonesia sejak tahun 2017 bersama Pemerintah Indonesia, akademisi, serta praktisi pendidikan dan perlindungan anak.

Program Roots merupakan model intervensi berdasarkan bukti ilmiah yang telah dikembangkan untuk mencegah perundungan di sekolah dengan melibatkan siswa sebagai agen perubahan untuk membantu menciptakan iklim yang positif di sekolah. 

Roots juga mengadopsi dan mengkombinasikan komponen pengetahuan dan keterampilan  guru untuk mampu menerapkan praktik disiplin positif, yang telah dikembangkan oleh UNICEF di beberapa wilayah di Indonesia.

Bagaimana Latar Belakang Hadirnya Program Roots Indonesia?

Pemerintah Indonesia telah menetapkan “Perlindungan Anak” sebagai prioritas nasional, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pencegahan kekerasan (termasuk perundungan) merupakan bagian dari upaya perlindungan anak yang dicanangkan sebagai salah satu program prioritas nasional, sebagaimana tercantum pada RPJMN 2020-2024 serta Permendikbud 82/2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Satuan Pendidikan. Pencegahan perundungan melalui Program Roots juga menjadi salah satu nilai yang didorong dalam upaya penguatan karakter siswa didik dan menciptakan iklim yang aman dan nyaman untuk anak belajar. 

Perundungan atau bullying merupakan isu global yang menjadi masalah penting di Indonesia. Menurut Global School Health Survey (2015), sekitar 21% anak usia 13-15 atau setara dengan 18 juta anak di Indonesia pernah mengalami perundungan dalam 1 bulan terakhir. Sebagian besar siswa berusia 15 tahun (41%) menyebutkan telah mengalami perundungan lebih dari beberapa kali dalam sebulan terakhir. Jumlah ini lebih tinggi dari jumlah rata-rata pada negara tergabung dalam Organisasi Kerjasama dan Perkembangan Ekonomi (The Organisation for Economic Co-operation and Development), yaitu 22.7%. Sebanyak 25% anak berusia 13-15 tahun menyatakan terlibat dalam kontak fisik, dimana secara signifikan lebih tinggi pada laki-laki, yaitu 36% dan anak perempuan sebanyak 13%. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima setidaknya 37.381 laporan perundungan dalam kurun waktu 2011 hingga 2019. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.473 kasus disinyalir terjadi di dunia pendidikan. 

Berbagai data dan bukti menunjukkan bahwa pencegahan perundungan dapat bekerja secara efektif jika dilakukan di tingkat sekolah. Pedoman WHO (2020) terkait pencegahan kekerasan di sekolah menekankan pentingnya pendekatan seluruh komponen sekolah (whole school approach) dalam pencegahan perundungan, dengan melibatkan siswa, guru dan tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat. Mereka semua adalah sistem pendukung untuk mencegah perundungan di sekolah. 

Program Roots Indonesia ini akan dimasukkan ke dalam kegiatan sekolah, di mana siswa, guru, dan pegawai sekolah akan mendesain kegiatan Roots di sekolah sesuai kebutuhan dan konteks lokal yang diikuti dengan internalisasi desain kegiatan tersebut di sekolah.

 

Permendikbud 82/2015 tercantum peran satuan pendidikan (sekolah) dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan di satuan pendidikan, beberapa di antaranya adalah melaksanakan kegiatan pencegahan

Fakta dan Data

Hasil Survey

Hasil Global School Health Survey 2015 menyebutkan bahwa sekitar 21% anak usia 13-15 atau setara dengan 18 juta anak di Indonesia pernah mengalami perundungan dalam 1 bulan terakhir.

Menurut WHO

Menurut WHO, bullying merupakan penggunaan kekuatan fisik atau psikologis secara agresif yang ditujukan kepada pihak lain, dilakukan secara sengaja, berulang, dan terdapat perbedaan kekuatan.

Pencegahan perundungan juga menjadi salah satu fokus program nasional untuk pencegahan dan penanggulangan kekerasan pada anak, sebagaimana tercantum pada RPJMN 2020-2024 serta Permendikbud 82/2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Satuan Pendidikan.

“Perundungan seringkali dianggap hal biasa, namun dampaknya sgt luar biasa terhadap korban. Ada kesedihan,rasa sakit yang mendalam hingga keinginan untuk mengakhiri hidup. Solusinya remaja harus hadir untuk ikut mencegah dan melawan perundungan dimanapun berada. Website Roots Indonesia menjadi wadah yang strategis untuk menyebarkan pesan anti perundungan. Melalui gerakan aksi bersama secara masif, saya yakin perundungan dapat dihentikan.”

Dita Amalia, S.Sos, M.Psi
Dita Amalia, S.Sos, M.Psi

Direktur Yayasan PLATO

Program Roots

Kerjasama

Tahun 2021, Plato sebagai mitra yang didukung oleh Unicef, mendukung penuh program Kemendikbudristek dalam serangkaian Program Roots untuk mencegah bullying dengan mengedepankan perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Program berbasis sekolah ini diharapkan mampu mencetak agen-agen perubahan yang nantinya bisa menjalankan program dan kampanye anti bullying di lingkungan sekolah dan juga melalui media sosial.
Di Pulau Jawa, Roots dilakukan di 6 provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Pelaksanaan Roots di Jawa ini dijalankan oleh Yayasan PLATO dengan melibatkan mitra Yayasan Setara dan LPA Klaten dengan dukungan Unicef.

Harapan

Program berbasis sekolah ini diharapkan mampu mencetak agen-agen perubahan yang nantinya bisa menjadi subyek untuk menjalankan program dan kampanye anti bullying di lingkungan sekolah dan di media sosial.

Channel Youtube

Untuk mendapatkan update video dari kami beserta informasi edukasi terkait Roots Indonesia anda bisa mengikuti kanal Youtube kami, dan jika bermanfaat jangan lupa Subscribe, Like, Comment and Share.

Perjalanan Roots Indonesia 2021

Untuk mendapatkan update video dari kami beserta informasi edukasi terkait Roots Indonesia anda bisa mengikuti kanal Youtube kami, dan jika bermanfaat jangan lupa Subscribe, Like, Comment and Share.

Materi Roots Indonesia

Untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang Roots Indonesia anda bisa mempelajari materi yang tersedia dengan mengklik tombol download dibawah ini.

Wilayah Jangkauan Program Roots Indonesia

Untuk wilayah Jawa Roots dilakukan di enam provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Galeri Roots

Info :

Bagi anda yang ingin berbagi pengalaman, pengetahuan, dan berbagi tips untuk mencegah dan mengatasi perundungan, Anda bisa mengirimkan tulisan Anda melalui email kami